adapun ilmuwan-ilmuwan yang di maksud adalah:
A.
BIDANG KEDOKTERAN
- ZAKARIYA AR-RAJI
Nama
lengkapnya ABU BAKAR BIN MUHAMMAD ZAKARIYA AR-RAJI. Di barat cukup di kenal
dengan nama Razhes Ar-razi di
lahirkan di ray dekat theran, iran tanggal satu Sya’ban 251 H atau 809 M. Di
kota kelahirannya ia di kenal sebagai dokter dan memimpin sebuah rumah sakit
Semasa hidupnya ia menulis tidak kurang dari 200 buku
ilmiyah. Di antaranya adalah
- AL-HAWI (buku penyuluhan); buku ini di anggap sebagai buku induk dalam bidang kedokteran
- Ensiklopedia kedokteran yang terdiri dari 10 jilid, jilid ke 9 buku ini di tulis bersama Al-Qanun Fi Al-Tibl karya ibnu sinna
- ALJUDARI WAL HASABAH (cacar dan campak)
- AL-KYMIA merupakan buku acuan penting dalam ilmu kimiya
- AL-ASRAR (rahasia-rahasia)
Karya-karya
besar ar-raji tersebut merupakan buku rujukan penting dalam perkembangan dunia
kedokteran
Saat itu dan untuk masa-masa
berikutnya. Buku-buku karya Ar-razi
banyak di jumpai di musium-musium eropa dan banyak di giunakan sebagai buku
rujukan untuk dunia kedokteran di barat
Selain itu banyak sekali penemuan monumental Ar-razi
yang sangat berarti bagi perlembangan ilmu kedokteran diantaranya:
- Small-fox (penyakit cacar). Penemuan ini melembungkan namanya dalam dunia medis, sebab ia adalah sarjana pertama yang meneliti penyakit tesebut. Ia membedakan penyakit ini menjadi penyakit air (variola) dan cacar merah (vougella)
- Air raksa (HG) yaitu salah satu penemuan besar beliau dan banyak manfaatnya di dunia kedokteran
- Diagonsa Hipertensi ar-razi adalah seorang dokter yang pertama kali melakukan diagonsa terhadap hipertensi (darah tinggi). Ia melakukan penelitian dan pengobatan kepala pening dengan pemanasan saraf. Ia pun melakukan pengobatan mirip cara akupuntur yang sekarang telah amat populer
Tentang pengobatan yang telah di lakukan ar-razi salah
seorang dokter dari barat mengatakan” ar-razi mengobati penyakit kronos dengan
cara seperti yang kita terapkan dewasa ini, dan ia juga telah melakukan
penjahitan pada luka-lika yang terbuka”
- IBNU MASSAWAYH (DOKTER SPESIALIS DIET)
Nama
lengkapnya ABU ZAKARIYYA YUHANA IBNU
MASAWAYH. Populer dengan nama
Ibnu masawayh adalah nama
orang tuanya atau bukan ia dokter termasyhur di abad 3H/9M karirnya sebagai dokter ternama sejak
jaman Harun Ar-Rasyid, khalipah Abbasiyah
ke lima hingga Al-Mutawakkil, khalipah ke sepuluh
Ia pernah bekerja sebagai dokter istana. Pasien-pasiennya pada umumnya menganggap ia sebagai dokter spesialis diet
karya-karya yang paling penting Ibnu Masawayh adalah:
- AN-Nawadir At-Tibbiya (sebuah kumpulan aporisme medis)
- Kitab Al-Azmina (sebuah deskripsi tentang ragam musim sepanjang tahun)
- IBNU SINA (DOKTER PENEMU MACAM-MACAM PENYAKIT)
Nama
lengkapnya Abu Al-Husain Bin Abdullah Bin Ali Bin Sina. Ia lebih populer dengan
sebutan
Ibnu sina. Orang barat
menyebutnya A vicenna. Ia lahir bulan safar 470 H/980 M di afshanah,
afghanistan dan meninggal pada tahu 1037 M. Ia merupakan seorang dokter dan
filsup islam yab ternama. Sejak kecil ibnu sina mempelajari al-Qur’an dan
ilmu-ilmu agama. Setelah itu, ia mempelajari matematika, logika, fisika,
geometri, astronomi, metafisika, dan kedokteran
Propesinya di bidang kedokteran mualai pada usia 17 tahun
ketika ia berhasil menyembuhkan Nuh Bin Mansur, salah seorang penguasa Dinasti
Samaniyyah. Pada masa dinasti hamdani ia dua kali menjabat sebagai menteri.
Kebesaran ibnu sina terlihat pada gealar yang di berikan kepadanya . di bidang
filsapat ia di gelari asy-syikh ar-Ra’is (guru para raja). Di bidang kedokteran
ia di gelari pangeran para dokter
Ibnu sina meninggalkan tidak kurang dari 200 karya tulis
kebnyakan tulisan itu menggunakan bahasa arab
Sedangkan sebagaian
lainmenggunakan bahasa persia. Buku-bukunya yang terkenal antara lain:
- Asy-syifa (penyembuhan)
- Al-qanum Fi-tibb (peraturan-peraturan dalam kedokteran)
- Al-isyarat wa at-tanbihat (isyarat dan penjelasan)
- Mantiq al-masyrikiyyin (logika timur)
B.
BIDANG FILSAFAT
- AL-KINDI
Ia bernama YUSUP YA’KUB BIN ISHAK BIN
SABAH AL-KINDI. Di bara
t ia di kenal dengan nama
Al-Kindus dia lahir di kupah pada tahun 801 M (pada masa pemerintahan harun
ar-rasyid ) ia saeorang putra gubernur du kupah di masa Al-Mahdi dan Harun
Ar-Rasyid ia phidup pada masa pemerintahan Al-Amin Al-makmud Al-mutashim
Al-wastiq dan Al-mutawakkil. Al-Kindi memilih basrah sebagai tempat ia menuntut
ilmu disana ia menerima banyak ilmu pengetahuan dalam sejarah hidupnya, di
samping di kenal sebagai filsup juga amat masyhur namanya sebagai ilmuan. Dalam
karya filsapatnya, Al-Kindi dapat menjelaskan pikiran-pikiran filsapat
Aristoteles kepada bangsa arab. Maka tidak heran jika ada yang memeberinya
gelar sebagai penggerak filsapat arab. Kebanyakan karaya Al-Kindi menyoroti
masalah logika dan matematika. Diantara karya bidang filsapatnya adalah”
Risalah fi madkhal Al-Mantiq bil istifa
Al-Qaul pih” sebuah pengantar lengkap logika
- AL-FARABI
Nama lengkapnya ABU NASR MUHAMMAD BIN
MUHAMMAD BIN TARKHAM BIN AWZALAGH AL-FARAB. Al-Farabi di ambil dari tempat
kelahiranya di farab. Ia lahir tahun 257 H/950 M di daerah farab turkistan.
Meninggal di damaskus pada tahun 339 H/950 M
Al-farabi lebih di kenal sebagai seorang
filsup dari pada ilmuan. Walaupun demikian karya-karyana banyak pula yang
menyangkut selain bidang filsapat. Karya-karya besarnya di bidang filsapat
adalah
- Organon, yaitu buku/risalah berisi komentar dan ulasan beliau tentang pikiran Aristoteles tersebut kepada bangsa arab
- Introduction section of logic yaitu sebuah buku tentang perkenalan/mukodimah logika.
C.
BIDANG MATEMATIKA
- AL-KHOARIZMI
Nama lengkapnya ABU ABDULLOH MUHAMMAD BIN
MUSA AL-KHOARIZMI. Ia
Lahir di khoariz, uzbekistan
pada tahu 194 H/780 M. Pada usia mudanya, selama kepemimpinan kholifah
Al-Makmun, ia bekerja di Baitul Hikam. Di sana ia bekerja dalam sebuah
observatorium tempat ia menekuni matematika dan ekonomi
Muahammad ibnu Musa Al-khoarizmi adalah
tokoh utama dalam kajian matematika arab. Sebagai seorang pemikir islam
terbesar, ia telah memengaruhi pemikiran dalam bidang matematika hingga batas
tertentu lebih besar dari pada penulis abad pertengahan lainnya. Di samping
menyusun tabel astronomi tertua, Al-Khoarizmi di kenal dengan penemuannya yang
monumental tentang Al-jabar. Yaitu sistem hitungan nialai menurut tempatnya,
puluhan, ratusan, ribuan, karya-karya Al-jabarnya di sebut “ Al-Mukhtasar Fi Hisab
Al-Jabr Wa Al-Muqobalah “.
D.
BIDANG ASTRONOMI
- MUSA IBRAHIM AL-FAZARI
Musa
Ibrahim Al-Fazari adalah astronom muslim yang di tugaskan oleh kholifah Abu
Ja’far Al-Manshur (136-158
H/754 M) untuk menerjemahkan berbagai risalah astronomi yang berasal dari
india. Kumpulan risalah itu bernama Brahmasputrasidanta, dan risalah yang
pertama kali di terjemahkan Almagest. Terjemahan dari musa Al-Fajari tersebut
di sempurnakan oleh Al-Hajaj bin Mthar pada tahun 221 H/827 M, lalu di
sempurnakan kembali oleh Hunain bin Ishak dan Tsabit bin Qurrah setahu
kemudian.
Para astronom dan astrolog itu di angkat sebagai pegawai
yang mendapat gaji cukup besar dari khalifah. Merekapun dapat berkonsentrasi
melakukan penelitian dan pengkajian tentang astronomi dan astrologi sehingga
melahirkan karya-karya gemilang
Pada tahun 215 H/830 M para astronom muslim telah mampu
membuat teropong bintang dengan peralatan yang lengkap di kota yundhisyapur,
iran, sebagai perlengkapan sarana rumah sakit dan sekolah tinggi ilmu pengetahuan
di sana.
- AL-FARGHANI
Nama
lengkapnya adalah Abu Al-Abbas bin Muhammad bin Khatir Al-Farghani.
Orangbarat menyebunya
Al-Fargahanus. Ia adalah seorang astronom yang hidup pada jaman kholifah L-Makmun (813-833 M ) sampai masa
Kholifah Al-Mutawakkil (847-881 M ). Al-Fargani salah satu dari ilmuan yang
memperindah Baitul Hikam dengan prestsi-prestasinya, dan turut ambil bagian
dalam pengukuran drajad garis lintang bumi. Ia mulai melakuakan observasi
astronominya pada observatorium astronomi yang di bangun oleh Khalifah
Al-Makmun tahun 829 M. Pada jaman Khalifah Al-Mutawakkil ia di beri tugas untuk
mengawasi pembangunan Nilometer di Pusat Mesir.
Karya-karya besar Al-farghani
di antaranya adalah:
- Harakat As-Samawiyah An-Nujum ( asas-asas ilmu bintang )
- Usul Ilmu An-Nujum ( pengantar ilmu perbintangan )
- AL-BATTANI
Nama
lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Jabir Ibn Sinan Al-Battani lahir
Pada tahun 858 M, di Battan
harram. Ia merupakan astronom arab terbesar yang lahir sekitar tahun 317 H/929 M.
Ia merupakan penerus Al-parghani dalam observasi-observasi astronom pada
observatorium asrtonomi yang di bangun oleh Khalifah Al-Makmun. Di antara
karya-karya Al-Battani antara lain:
- Kitab Ma’rifat Matali Al-Buruj fi Bayina Arba’ Al-Falak, sebuah buku ilmu pengetahuan tentang kenaikan tanda-tanda zodiak dalam suatu ruang diantara kuadran-kuadran sfera langit, bukan pada salah satu diantara empat ‘ awtad ‘ atau poros.
- Risalah fi Tahkik Al-Ittisalat, yaitu kenaikan-kenaikan titik dari penerapan-pnerapan astrologis.
- Az-Zij (Astronomical Treatese and Tables), berisi uraian astronomi dandilengkapi dengan tabel-tabel. Ini adalah karya utamanya yang sampai sekarang masih digunakan.
Sumbangan
lain Al-Battani terdapat perkembangan ilmu pengetahuan adalah
Keberhasilanya menemukan
secara amat teliti garis lengkung dan kemiringan ekliptik (orbitdimana matahari
kelihatannya bergerak), panjangnya tahun tropis,lamanya satu musim,dan tepatnya
orbit matahari serta orbit utama planet itu.
E.
BIDANG BAHASA DAN SASTRA
- IBNU MUQAFFA
Ibnu
muqaffa adalah pengarang arab berkebangsaan persia. Sebelum masuk islam ia
Bergelar Abu Amr. Ia orang
yang pertama menerjemahkan karya sastra tentang kebudayaan India dan Persia ke
dalam bahasa arab, dan orang pertama yang melahirkan karya prosa dalam bahasa
arab
Ia hidup zaman Khalifah Abu Ja’far Al-Manshur. Di
lahirkan tahun 102-139 H/720-756 M. Ibnu muqaffa pernah menjadi sekretria
gubernur Bani Abbas di kirman. Walaupun usia hidupnya amat singkat, tapi ia
meninggalkan banyak karya-karya yang berharga, diantaranya:
- Kalilah Wa Dimnah ( yang tumpul dan yang keras ).
- Siy’ar Muluk Al-Ajam ( kehidupan raja-raja non-Arab )
- Al-Adab As-Sigar ( saatra kecil )
- Al-Adab Al-Akbar ( sartra besar )
- IMAM SIBAWAYH
Sibawayh
adalah seorang ahli gramatika yang paling terkenal dalam perkembangan
bahasa dan sastra arab.
Meskipun sebenarnya ia berasal dari persia dan tidak pandai dalam bercakap
bahasa arab. Khalifah Harun Ar-Rasyid pernah menampakan kekagumanya pada
sibawayh dan memberikan hadiah berharga kepadanya.
Ia bernama Amru bin Utsman Al-Haris Abu Bashar. Ia
dikenal sebagai imam ahli nahwu yang sangat teliti dan konsisten menjaga dan
memelihara kaidah bahasa arab yang fasih. Dalam kitab nahwu karya sibawayh
tidak ada sedikitpun dasar dan kaidah yang di ubah oleh generasi setelahnya.
Hal ini menunjukan betapa ia telah meletakan dasar yang kuat dan pantas untuk
perkembangan bahasa arab selanjutnya, kitab besar karya sibawayh adalah
“ Kitab Al-Sibawayh ” atau di sebut “ Al-Kitab
“ yaitu karya tentang ilmu bahasa yang terdiri dari 2 jilid, tebalnya 1000
halaman, dan dinilai sangat memuaskan bagi generasi-generasi yang datang
selanjutnya.
- ABU NUWAS
Nama
lengkapnya ialah ABU NUWAS AL-HASAN BIN HANI AL-HAKAMI.
Sering di sebut Abu Nuwas. Lahir di Ahwaz, iran
sekitar tahun 145 H/761 M dan meninggal di baghdad tahu 198 H/813 M ia penyair
arab termashur jaman khalifah Haru Ar-Rasyid
Pada masa khalifah Harun Ar-Rasyid, ia menjadi penyair di
istana khalifah, puisi-puisi gubahan Abu Nuwas terdiri atas beberapa tema:
pujian (madh), satire (hija’), kehidupan zuhud (zuhdiyat), perburuan binatang
liar (tardiyat), penggambaran khamar (khumriyat), dan lelucon sanda gurau
(munjiyat). Contoh salh satu syair abu nuwas:
“Illahi ... Lastu Firdausi Ahla
Wala aqwa Ala Naril Al-Jahimi
Fa Habli Taubatan Wagfir
Zunubi
Fa innaka Gofiru Zanbi Azimi”
.......
(Tuhanku, aku tak layak
mendapat surga-Mu
Tapi tak kuat menahan siksa
neraka
Karena itu, terimalah
taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Karena engkaulah maha
pengampun dosa-dosa besar)
Syair-sayair Abu Nuwas di himpun dalam Diwan Abu Nuwas.
Di terbitkan di Wina Austria tahun 1885 M dan di kairo 1898 M dan 1932 M
F.
BIDANG SEJARAH DAN GEOGRAFI
- AL-MAS’UDI
Nama
lengkapnya adalah ABU AL-HASAN ALI BIN HUSAIN
AL-MAS’UDI.
Lahir di Baghdad menjelang akhir abad ke 9 M
dan meninggal dunia di Fustat, Mesir
sekitar tahun 956 M. Ia seorang sejarawan dan ahli geografi. Oleh sejarawan
muslim yang terkenal pada masanya ia di juluki” Imam Al-Muarrikhin” (pmimpin
para sejarawan).
Al-Mas’udi di kenal sebagai sejarawan yang gemar
mengembara. Tempat-tempat penting yang bersejarah sering ia kunjungi. Semasa
hidupnya, ia meninggalkan banyak karya, di antaranya:
- Zakha’ir Al-Ulum wa Makana fi Sa’ir Al-Duhur (Khazanah ilmu pada stiap kurun).
- Al-Istizkar Lima Marra fi Salif Al-Amar (Penjelasan tentang peristiwa-peristiwa masa lalu)
- Tarikh fi Akhbar Al-Ulum min Al-Arab wa Al-Ajam (Sejarah bangsa-bangsa arab, dan persia)
- Akhbar Az-Zaman (Kronologi sejarah umum) dan lain-lain
G.
BIDANG ILMU FIQIH
- IMAM HANAFIYAH
Iamam
hanafiyah lahir di Kufah pada tahun 699 M dan meninggal di Baghdad pada
tahun 776 M. Nama lengkapnya adalah ABU HANAFIYAH NU’MAN
BIN SABIT. Iamam Hanafiyah di kenal rajin dan teliti dalam bekerja serta fasih
berbahasa. Meskipun anak saudagar kaya, iama Hanafiyah nenjauhi kemewahan
hidup. Hartanya lebih banyak di dermakan dari pada untuk kepentingan sendiri.
Imam hanafiyah memiliki banyak guru di kalangan tabi’in,
seperti Ata’ bin Abi Rabah, Iman Nafi Maulana bin Amr, dan Imam Hammad bin Sulaiman.
Selain medalami ilmu fikih, Imam Hanafi juga mendalami hadis dan tafsir. Keda
ilmu itu sangat erat kaitanya degan ilmu fikih.dalam menetapkan sebuah
hukum,Imam Hanapimenggunakan beberapa dasar, yaitu AL-Qur’an, sunah rasulullah
saw.,fatwa dari sahabat,kias,ihtisan,ijmak dan urf
Dasar-dasar
itulah yang kemudian dikenal dengan dasar mazhab Hanafi.Selain itu,Imam Hanafi
juga meninggalkan beberapa karya tulis,yaitu al-fara;id,(membahas masalah
waris), asy-syurt 9membahas perjanjian),al-fiqih
al-akbar(membahas ilmu kalam).
- IMAM MALIK
ImaM
Malik lahir di Madinah pada tahun 716 M dan meninggal di kota yang sama
pada tahun 795 M. Nama
lengkapnya adalah ABU ABDULLAH MALIK BIN ANNAS BIN MALIK BIN ABI AMIR BIN AMR BIN HARIST BIN GAIMAN
BIN KUTAIL BIN AMR BIN HARIST BIN
ASBAHI ia tidak parna meninggal kan Madinah sepanjang hidupnya,kecuali untuk
beribadah haji
Beberapa gurunnya adalah Nafi’ bin Abi Nu’aim, Ibnu
Syihab
Az-Zuhri, DAN hasim binUrwa
Dasar-dasar hukum yang di gunakan Imam Malik dalam memutuskan adalah Al- Qur’an , sunah rasul , sunah sahabat, tradisi
masyarakat Madinah (Amal ahli madinah), kias, dan Al-Maslahah Al-Mursalah
Dasar-dasar itu juga menjadi pegangan dari mazhab Maliki
yang berkembang di wilayah seperti maroko, tunisia, sudan, dan andalusia.
Kitab termashur yang di tulis oleh imam malik adalah
Al-Muatta’. Kitab itu di tulis atas permintaan khalifah Al-Mansur dan selesi
penulisannya pada masa khalifah Al-Mahdi. Kitab itu merupakan kitab hadits
sekaligus buku fiqih karena berisi hadits-hadits yang berkaitan dengan
bidang-bidanng fiqih
- IMAM SYAFI’I
Imam
syafi’i lahir di Gaza Palestina pada tahun 767 M dan meninggal di Pustat, Kairo
Pada tahun 820 M. Ia hidup
pada masa pemerintahan kahalifah Harun Ar-Rasyid Al-Amin dan Al-Ma’mun. Nama
lengkapnya adalah ABU ABDULLAH MUHAMMAD BIN IDRIS ASYI-SYAFI’I. Mazhab fiqihnya
terkenal dengan nama mazhab Syafi’i. Pada usia sembilan tahun imam Syafi’i
sudah mampu manghapal Al-Qur’an. Kemudian, ia mendalami bahasa dan sastra arab
di desa Badui, yaitu Bani Huzail. Setelah itu, ia belajar fiqih pada Imam
Muslim Bin Khalid Az-Zanni.dalam ilmu hadits, ia berguru kepada Imam Supyan Bin
Uyainah sedangkan dalam ilmuAl-Qur’an ia berguru kepada Imam Ismail Bin
Qastantin. Ia juga mempelajari kitab Al-Muatta dan berguru kepada Imam Malik.
Dalm menetapkan hukum, Imam Syafi’i menggunakan lima
dasar, yaitu Al-Qur’an, Sunnah, Ijmak, Kias, Istidal (penalaran)
Kelima dasar ini kemudian di kenal sebagai dasar-dasar
mazhab Syafi’i. Adapun beberapa karya tulisnya adalah Ar-Risalah (membahas
tentang usul fiqih), Al-Umm (membahas kitab fiqih yang menyeluruh), Al-Musnad
(hadits-hadits nabi) dan Ikhtilaf Al-Hadits (kitab mengenai perbedaan-perbedaan
dalam hadits).
- IMAM MALIK IBNU HAMBAL
Imam
Hmbali lahir di Bagdad pada tahun 780 M dan meninggal di tempat yang sama
pada tahun 855 M. Nama
lengkapnya AHMAD BIN MUHAMMAD BIN HAMBAL. Ia adalah salah satu seorang ulama
mujtahid dalam ilmu fiqih. Mazhabnya di sebut mazhab hambali.
Ayahnya bernama Muhammad bin hambal bin Hilal, sedangkan
ibunya bernama Shaifah binti Maimunah yang berasal dari bangsawan bani Amar. Ia
di besarkan oleh ibunya karena ayahnya meninggal pada usia muda. Ia belajar
Al-Qur’an dan ilmu agama pada ulama-ulama di Bagdad hingga usia 10 tahun.
Kemudian, ia mempelajari ilmu agama dengan mengembara ke berbagi kota, seperti
Kufah, Basra, Suriah, yYaman, Mekah, dan Madinah. Di antara guru-gurunya adalah
Hammad bin Muslih, Abu Yusup Al-Qadi, dan Abdurrazaq bin Humain. Dari mereka,
Imam Hambal belajar ilmu fiqih, ilmu hadits, ilmu tafsir, ilmu kalam, dan ilmu
bahasa arab.
Beberapa muridnya yang terkenal adalah Imam Hasan bin
Musa, Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Abu Zur’ah,
ad-Dimasyqi, dan Imam Abi ad-Dunia. Di bidang fiqih, Imam Hambali menyimpulkan
suatu hukum dengan nas Al-Qur’an atau hadita shahih, fatwa para sahabat, hadits
mursal (bersambung), dan kias.
Adapun kias,di gunakan imam Hambali hanya dalam keadaan
terpaksa, yaitu apabila keseluruhan unsur yang terdapat dalam tingkatan diatasnya
tidak ada lagi.
Kemampuannya dalam il;mu hadits terbukti dengan
tersusunnya Kitab Al-Musnad. Kitab itu menghimpun 40.000 Hadita yang di susun
berdasarkan tertib nama sahabat yang meriwayatkannya, kebanyakan hadits dalam
kitab Al-Musnad berderajat shaih dan hanya sedikit sekali yang berderajat daif.
Beberapa karya tulisannya yang lain adalah Tafsir Al-Qur’an, Kitab An-Nasikh
wal-Mansukh, Kitab Al-Mukaddam wa Al-Muakhkhar, Kitab Al-Munasikh al-Kabir,
Kitab Al-Illah, Kitab al-Wara, dan Kitab Ta’at Ar-Rasul
H.
BIDANG ILMU HADITS
- IAMAM BUKHARI
Iamam
Bukhari lahir di Bukhara tahun 810 M dan meninggal di Khartanah tahu 870
M. Nama lengkapnya adalah ABU
ABDULLAH MUHAMMAD BIN ISMAIL BIN IBRAHIM BIN AL-MUGIRAH BIN BARDIZBAH
AL-BUKHARI. Sejak kecil, Imam Al-Bukhari mempunyai ingatan yang tajam melebihi
orang lain. Ketika berusia 10 tahun, ia belajar ilmu hadits kepada ad-Dakhili,
seorang ulama masyhur pada saat itu. Setahu kemudian, ia mulai berani
mengoreksi kesalahan gurunya yang keliru menyebutkan periwayatan hadits. Dalam
usia 16 tahun, ia telah menghapal hadits-hadits yang terdapat dalam karangan
Ibnu Mubarak dan wakil al-Jarah.
Iamam Bukhari berguru kepada lebih dari 1.000 orang.
Menurut riwayat, Kitab al-Jami as-Sahih yang terkenal dengan sebutan Sahih al-Bukhari,
disusun dengan menemui lebih dari 1.080 orang guru di bidang ilmu hadits.
Guru-guru tersebut muali dari para ulama tabi’in hingga siswa-siswa yang
belajar bersama dengan Imam Al-Bukhari. Kitab Sahih Al-Bukhari memuat 7.275
Hadits-hadits dan sekitar 100.000 hadits yang diakuinya shahih. Hadits yang
benar-benar shahih . hal itu menunjukan ketelitian yang sangat tinggi.
Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap tentang suatu
hadits dan orang yang meriwayatkannya, Imam al-Bukhari melewat ke daerah Syam
(Suriah), Mesir, Aljazair, Basrah, Kufah, dan Bagdad. Ia juga menetap di Mekah
dan Madinah selama enam tahun. Dari usaha tersebut, Imam al-Bukhari berhasil
mengumpulkan kurang lebih 600.000 hadits dan 300.000 hadits yang di antaranya
berhsil dia hafal. Hadits-hadits yang di hafal terdiri dari 200.000 hadits
tidak sahih dan 100.000 hadits sahih
Selain sahih al-Bukhari juga menulis beberapa karya lain,
di antaranya adalh at-Tarikh as-Sagir, at-Tarikh al-Ausat, Tafsir al-Musnad
al-kabir, Kitab al-Illah, Kitab ad-Du’afa, Asami as-Sahab, dan Kitab Al-Kuna.
Kitab Sahih Al-Bukhari telah di beri Syarah (komentar)
oleh beberapa ulama hadits, misalnya Kitab Fath Al-Bari yang di tulis oleh ibnu
Hajar Al-Asqalani.
- IMAM MUSLIM
Imam
Muslim lahir di Nisabur pada tahun 817 M dan meninggal tahun 857 M di kota
yng sama. Nama lengkapnya
adalah ABU AL-HUSAIN MUSLIM BIN AL-HAJJAJ AL-QUSYAIRI AN-NISABURI. Dalam rawi
hadits, Bukhari dan muslim sering disebut Syaikhani (dua Syekh)
sejak usia 14 tahun, ia mendengarkan hdits-hadits dari
syekh-syekh di negeriny. Setelah itu ia pergi ke Hijaz, Irak, Suriah, Mesir dan
negeri-negeri lain untuk memperdalam ilmunya. Secara umum, guru-guru Imam
Muslim sama dengan guru-guru Imam Al-bukhari. Akan tetapi, Imam Muslim pernah
berguru kepada Imam Al-Bukhari ketika ia datang ke Nisabur.
Karyanya yang besar adalah al-Jami’as-sahih Muslim yang
lebih di kenal dengan sebutan Sahih Muslim. Hadits-hadits yang di muat dalam
sahih Muslim adalah hdits yang telah di sepkati dan di saring dari 300.000 hadits
yang di ketahuinya. Untuk memilih hadits itu, Imam Muslim menghabiskan waktu 15
tahun. Para ulama menetpkan kitab sahih Muslim kedua sesudah sahih Bukhari.
- IMAM ABU DAUD
Abu
Daud lahir di Bagdad pada tahun 817 M dan wafat di Basra pada tahun 888 M.
Nama lengkapnya adalah ABU
DAUD SULAIMAN BIN AL-ASY’AS BIN ISHAQ BIN BASYIR BIN SYIDAD BIN AMR BIN AMRAN
AL-AZDI AS-SIJISTANI. Sampai umur 21 tahun ia menetap di bagdad. Setelah itu,
ia melakukan perjalanan panjang untuk mempelajari hadits di berbagai tempat,
seperti Hijaz, Suriah, Mesir, Khurasan, Ray (Terehan), Harat, Kufa, Tarsus, dan
Basra. Dalam perjalan itu, ia berguru kepada pakar-pakar ilmu hadits,
seperti Ibnu Amr ad-Dasir, Abdul Wahid
at-tayalisi, Abu Bakar bin Abi Syaibah, Dan Imam hambali.
Sekembalinya dari pengembaraan tersebut, Abu Dawud
menulis sebuah kitab hadis, yaitu Sunan Abi Dawud. Para ulama memasukkan kitab
tersebut ke dalam Kutubus–sittah atau enam hadis utama. Kitab hadis itu memuat
4.000 hadis dari sekitar 5000.000 hadis yang dikumpulkannya. Kitab Sunan Abi
Dawud merupakan yang paling popurel di antara karangan–karangan Abu Dawud yang
berjumlah 20 judul. Tidak kurang dari 13 judul kitab telah ditulis untuk
mengulas karya tersebut dalam bentuk Syarah (komentar), Mukthasar (ringkasan),
dan Tahzid (revisi).
- AT-TIRMIDZI
At-tirmidzi
lahir di Termez, tazikistan pada tahun 209 H dan meninggal pada tahun
279 H di tampat yang sama.
Nama lengkapnya adalah ABU ISA MUHAMMAD BIN ISA BIN SAURAH BIN MUSA BIN DAHHAT
AS-SULAMI AL-BUGI. At-tirmidzi memiliki kelebihan dalam menghapal, menyusun,
dan meneliti hadits. Imam Bukharipun menjadikan At-Tirmidzi sebagai sumber
bahan untuk penyusunan haditsnya. Sumber atau rawi yang di gunakan At-iTirmidzi
sebagai sum ber penyusunan haditsnya banyak yang sama kelima hadits
Kutubu-Sittah lainnya. Dalam bidang hadits , At-Tirmidzi adalah murid
Al-Bukhari . pendapat Imam Al-Bukhari tentang nilai hadits sering di tampilkan
dalam karyanya, Sunan At-Turmudzi.
Meskipun peringkat sunan At-Turmudzi berad di bwah
Al-Bukhari dan Sahih Muslim, tetapi ia memiliki kelebihan dalam segi
penggunaannya dari dua kitab sahih tersebut. Di antara kelebihan itu adalah
pencantuman riwayat dari sahabat lain mengenai suatu masalah yang dibahas dalam
hadits pokok, baik yang isinya semakna, berbeda, maupun bertentangan secara
langsung atau tidak langsung. Hal itu membuat pembahasan suatu masalah dalam
sunan At-Turmudzi lebih mudah di pahami dari pada dalam Sahih Bukhari atau
Sahih Muslim. Apabila kitab sahih Al-bukhari dan Sahih Muslim hanya dapat di
pahami oleh seorang ahli, Sunan At-Turmudzi dapat di pahami oleh siapapun.
- AN-NASA’I
An-Nasa’i
lahir di Nasa, Khurasan pada tahun 830 M dan meninggal di Damaskus
pada tahun 915 M. Nama
lengkapnya adalah AHMAD BIN SYU’AIB BIN ALI BIN BAHR BIN SINAN. Sejak kecil, ia
beljar menghapal Al-Qur’an dan mendalami dasar-dasar ilmu agama. Pada usia 15
tahun, ia mengembara ke Hijaz, Irak, Mesir, Suriah, dan Aljazair untuk berguru
ilmu hadits kepada para ulama. Beberapa gurunya adalah Qutaibah bibn Said, Ishaq bin Ibrahim, dan
Muhammad bin Mansur. Setelah menjadi ulama hadits, ia bermukim di Mesir hingga tahun 914 M,
kemudian pindah ke Damaskus hingga meninggal. Beberapa muridnya adalh Abu Qasim
ay-Tabrani, Abu Ali al-Husain bin Ali Niayamuzi At-Tabrani, Ahmad bin Umair bin
Jusa, dan Abu Ja’far At-Tahawi. Selain ahli hadits An-Nasa’i juga seorang ahli fiqih dan mazhab Syafi’i.
Ia taat menjalankan ibadahpada siang hari dan malam hari, kukuh membela sunnah
nabi, dan teguh dalam pendirian. Ia mengamalkan puasa nabi Daud. Yaituv sehari
puasa sehari tadakpuasa sepanjang hidupnya.
Ketika menetap di Mesir, ia pernah terjun ke medan perang
bersama gubernur mesirmenghadapi musuh negara.Dalam suasana peperangan ia
menyemptkan diri untuk meyemptkan diri
untuk mengajarkan hadits nabi kepada gubernur dan para prajuritnya.
An-Nasa’i menulis beberapa kitab, yaitu As-Sunan Al-Kubra
(sunah-sunah yang agung), As-Sunan Al-Mujtaba (sunah-sunah pilihan), Kitab
At-Tamyiz (kitab pembeda), Kitab Ad-Du’afa (kitab tentang orang-orang yang
kecil), Khasa’is Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib (keistimewaan amirul
mu’minin Ali bin Abi Thalib), Musnad’Ali (kitab dari Ali), dan Musnad Malik
(kitab hadits dari Malik), dan tafsir.
Kitab As-Sunnah Al-Mujtaba merupakan kitab yang terkenal
selain Snan An-Nasa’i saat ini. Kitab ini memuat 5.761 hdits yang termasuk
dalam Kutubus-Sittah.
- IBNU MAJAH
Ibnu
majah lahir di Qazwin tahun 824 M dan meninggal pada tahun 887 M. Nama
lengkapnya adalah ABU
ABDILLAHBIN YAZID AR-RABI’I AL-QAZWINI. Majah adalah nama gelar bagi yazid.
Ibnu majah belajar hadits sejak masa mudanya. Pada usia
15 tahun, ia belajar pada seorang ulama masyhur yang bernama Ali bin Muhammad
At-Tanafasi. Pada usia 21 tahun, ia mengadakan perjalanan untuk mencari ilmu ke
Ray, Basra, Kufah, Bagdad, Khurasana, Suriah, dan Mesir. Guru-gurunya adalah
Abu Bakar bin Abi Syaibah, Muhammad bin Abdullah bin Numaya, Basyar bun Adam,
serta para pengikut Imam malik dan Al-Lays. Di samping itu, banyak pula di
antara ulama yang meriwayatkan hadits dari Ibnu Majah, di antara Ibnu Sibawaih.
Muhammad bin Isa As-Saffar, Ishaq bin Muhammad, Ali bin Ibrahim bin Salamah
Al-Qattan, dan Ibrahim bin Dinar Al_Jarasyi Al-Hamdani.
Ibnu Majah telah menyusun kitab dalam berbagai cabang
ilmu. Dalam bidang tafsir, ia menulis
tafsir Al-Qur’an Al-Karim. Ia juga menulis
At-Tarikh, sebuah kitab yang berisi periwayat hadita dari masa awal ke
masanya. Karyanya dalam bidang hadits adalah Sunan Ibnu Majah, kitab ini
menunjukan kegigihan kerjanya, kedalam dan keluasan ilmunya, serta panutannya
terhadap sunnah nabi, baik dalam masalah akidah maupun hukum. Kitab ini memuat
32 bab, 150 pasal, serta 4.000 hadits yang berkualitas baik, kecuali sebagian
kecil saja.
nah,teman-teman itu baru sebagian kecil dari ilmuwan muslim...jika kita menelusurinya lebih banyak lagi tentu kita akan semakin kagum dengan kehebatan kaum kita yaitu ummat islam di masa silam....dan kita sebagai seorang ummat muslim seharusnya mengulangi sejarah-sejarah itu di masa kini dan yang akan datang.
Bahawasanya
seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia
sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah s.w.t. asalkan ia sadar
akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali. Rahmat Allah
s.w.t. dan maghfirah-Nya dapat mencakupi segala dosa yang diperbuat oleh
hamba-Nya kecuali syirik, walau bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti
dengan kesadaran bertaubat dan pengakuan kesalahan. Sifat sombong dan congkak
selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan. Lihatlah Iblis laknatullah yang
turun dari singgasananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan
diusir oleh Allah s.w.t. dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang
akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan
kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah
kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan
oleh Allah s.w.
- kisah-kisah nabi ALLAH SWT
- NABI ADAM AS
Adam
adalah manusia pertama yang diangkat dan diutus oleh Allah Swt. sebagai nabi,
rasul, dan khalifah. Ia ditugaskan untuk mengatur segenap urusan di bumi. Ia
diciptakan sempurna, terdiri atas unsur jasmani dan rohani (roh, akal, hati,
dan nafsu). Ia makhluk beragama, beradab, dan memiliki masa depan.
Setelah
Allah s.w.t. menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan
tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan
bintang-bintangnya yang gemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah
sejenis makhluk halus yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara
Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka
tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan
menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya, mengelola
kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun
waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.
Kekhawatiran Para Malaikat
Para
malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan
makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah s.w.t. menciptakan
makhluk yang lain itu, disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah
dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari.
Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:"Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan
menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid,
melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya, sedang makhluk
yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu, niscaya akan bertengkar satu
dengan lain, akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang
terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga akan terjadilah kerusakan
dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."
Allah
s.w.t. berfirman untuk menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku
mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui
hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku. Bila Aku telah menciptakannya dan
meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai
penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah, kerana Allah s.w.t. melarang
hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian
diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t. dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur
hitam yang berbentuk. Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan
Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna
Iblis Laknatullah Membangkang.
Iblis
laknatullah membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah s.w.t. seperti para
malaikat yang lain, yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan
bagi makhluk Allah s.w.t. yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala
apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya. Iblis
laknatullah merasa dirinya lebih mulia, lebih utama dan lebih agung dari Adam,
kerana ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah dan lumpur.
Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk
bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah
oleh Allah s.w.t..
Allah
s.w.t. bertanya kepada Iblis laknatullah:"Apakah yang mencegahmu sujud
menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis
laknatullah menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.
Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur." Karena kesombongan,
kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah
s.w.t. menghukum Iblis laknatullah dengan mengusir dari syurga dan
mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang
akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat. Di samping itu ia dinyatakan
sebagai penghuni neraka.
Iblis
laknatullah dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia
hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari
kebangkitan kembali di hari kiamat. Allah s.w.t. meluluskan permohonannya dan
ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan, tidak berterima kasih dan bersyukur
atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan
Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan
malaikat, dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk
memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang
sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang, menggoda
mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar
tidak bersyukur dan beramal soleh.
Kemudian
Allah s.w.t. berfirman kepada Iblis laknatullah yang terkutuk itu:
"Pergilah
engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka
Jahanam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan
hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki
aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau
menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."
Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama
Benda.
Allah
s.w.t. hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan
menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa
bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam
semesta, kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:
"Cobalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu, jika kamu benar merasa
lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para
malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah s.w.t. untuk menyebut nama-nama
benda yang berada di depan mereka. Mereka mengakui ketidaksanggupan mereka
dengan berkata: "Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan
tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajarkan kepada kami. Sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."
Adam
lalu diperintahkan oleh Allah s.w.t. untuk memberitahukan nama-nama itu kepada
para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah Allah
s.w.t.kepada mereka: "Bukankah Aku telah katakan padamu bahwa Aku
mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan
apa yang kamu sembunyikan."
Adam Menghuni Syurga.
Adam
diberi tempat oleh Allah s.w.t. di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk
mendampinginya dan menjadi teman hidupnya, menghilangkan rasa kesepiannya dan
melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita
para ulama, Hawa diciptakan oleh Allah s.w.t. dari salah satu tulang rusuk Adam
yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga, ia
melihat Hawa sudah berada di sampingnya lalu ia ditanya oleh malaikat:
"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"
Berkatalah
Adam: "Seorang perempuan." Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan
oleh Allah s.w.t. kepadanya. "Siapa namanya?" tanya malaikat lagi.
"Hawa", jawab Adam. "Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk
ini?" tanya malaikat lagi. Adam menjawab: "Untuk mendampingiku,
memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak
Allah s.w.t.."
Allah
s.w.t. berpesan kepada Adam: "Tinggallah engkau bersama isterimu di
syurga, rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, rasailah dan
makanlah buah-buahan yang lezat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan
sekehendak nasfumu. Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar, dahaga ataupun
letih selama kamu berada di dalamnya. Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan
buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang
yang zalim. Ketahuilah bahwa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu, ia
akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga
hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."
Iblis Mulai Beraksi.
Sesuai
dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh Allah s.w.t. dari syurga
akibat bangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap
Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya
tersingkir dari singgahsana kebesarannya. Iblis laknatullah mulai menunjukkan
rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga
yang tenteram, damai dan bahagia.
Ia
menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi
nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka. Segala
cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis laknatullah untuk mendapatkan
kepercayaan Adam dan Hawa bahwa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya
kepada mereka. Ia membisikan kepada mereka bahwa larangan Allah s.w.t. kepada
mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah
itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.
Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang
dilarang indah bentuk buahnya dan lezat rasanya. Sehingga pada akhirnya
termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan
Allah s.w.t.
Allah
s.w.t. mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud:
"Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya
dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang
nyata."
Adam
dan Hawa mendengar firman Allah s.w.t. itu sadarlah ia bahwa mereka telah
terlanggar perintah Allah s.w.t. dan bahwa mereka telah melakukan suatu
kesalahan dan dosa besar. Seraya menyesal berkatalah mereka: "Wahai Tuhan
kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu
karena terkena bujukan Iblis. Ampunilah dosa kami karena niscaya kami akan
tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi
kami."
Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.
Allah
s.w.t. telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran
yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan
menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Allah s.w.t. tentang Iblis
laknatullah sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis
namun berancun itu.
Adam
dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah s.w.t. dan
selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis laknatullah dan
akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan
teguran Allah s.w.t. itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih
berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu. Harapan
untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran
perintah Allah s.w.t., hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang
merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu
oleh sesuatu dan bahwa redha Allah s.w.t. serta rahmatNya akan tetap melimpah
di atas mereka untuk selama-lamanya. Akan tetapi Allah s.w.t. telah menentukan
dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh
mereka.Allah s.w.t. yang telah menentukan dalam takdir-Nya bahawa bumi yang
penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya, akan dikuasai kepada manusia keturunan
Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari
hamba-hambanya yang bernama manusia itu. Berfirmanlah Allah s.w.t. kepada
mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebahagian daripada kamu menjadi musuh bagi
sebahagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disana sampai waktu
yang telah ditentukan."
Turunlah
Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan
hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.
Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan
akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda
warna kulit dan kecerdasan otaknya. Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok
menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain
saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari
waktu ke waktu Allah s.w.t. mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin
hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama
manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan
akhirat.
Kisah Adam dalam Al-Quran.
Al-Quran
menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al-Baqarah ayat
30 sehingga ayat 38 dan surah Al-A'raaf ayat 11 sehingga 25
Pelajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.
Bahwasanya
hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah
s.w.t. dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat
dicapai oleh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana
telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah s.w.t. akan
menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi
sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk
apa Allah s.w.t. menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah
patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.
Bahwasanya
manusia walaupun ia telah dikurniakan kecerdasan berfikir dan kekuatan fisik
dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat
lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang
walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikaruniakan kedudukan yang
istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah
itu. Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah s.w.t. kepadanya tentang
pohon terlarang dan tentang Iblis laknatullah yang menjadi musuhnya dan musuh
seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah
pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah s.w.t..